Sabtu, 09 Juli 2011

BERPERANG DENGAN APOTEK HARGA MURAH

Seringkali ditemui kompetisi antar apotek masih mengandalkan faktor harga. Artinya, untuk memenangkan persaingan dalam rangka menggaet pelanggan / pasien sebuah apotek memberikan harga murah terhadap produk yang dijualnya. Bagaimana menyikapi kondisi ini ?

Persaingan bisnis apotek memang cukup kencang sekali, semua pebisnis apotek tentu ingin memenangkan peluang pada pangsa pasarnya. Salah satu senjata yang cukup sering digunakan adalah faktor harga, dimana apotek tersebut akan menurunkan harga produk yg dijualnya, bahkan terkadang di bawah rata – rata harga pasar. Sebenarnya tidak perlu panik bila menghadapi pesaing yang menerapkan strategi model seperti itu. Apotek yg menerapkan strategi bisnisnya bersandarkan strategi tersebut bisa dibilang bermain api. Jika apotek tersebut menerapkan pemberian harga murah secara terus – menerus maka secara logika apotek tersebut lama – kelamaan akan bangkrut. Bisa dibayangkan, darimana ia akan memperoleh laba jika produk yang dijual selalu murah ?

Jika diamati memang benar, bahwa pada awal apotek menjual dengan harga murah akan dipenuhi pelanggan dan ramai. Tetapi lama – kelamaan apotek tersebut pengunjungnya akan berkurang, sebab pihak apotek tentu akan kesulitan membayar kepada para suplier / distributor. Pebisnis apotek model ini tentu akan mengalami kebangkrutan yang diciptakannya sendiri. Memang benar ia akan dikenal sebagai apotek yang murah oleh konsumen / pasiennya. Namun bukankah ini adalah bumerang ? Karena secara sadar atau tidak, menjual barang dengan harga murah dibanding rata – rata harga pasar akan menipiskan kantong bisnis apoteknya. Lantas apa yang perlu dilakukan bila menghadapi kompetitor semacam ini ?

1)      Perlihatkan Benefit yang Sensasional
Harus ditemukan formula yang jitu, benefit apa yang bisa dirasakan oleh konsumen / pasien bila bertransaksi di apotek anda ? Benefit yang diberikan tersebut harus benar – benar sensasional bagi konsumen / pelanggan. Untuk menciptakan benefit yang penuh sensasi, kuncinya sederhana bahwa benefit tersebut harus bersifat tangible (berwujud). Misalnya apotek bisa saja memberikan pelayanan kepada pasien penyakit degenaratif untuk penebusan resep dokter di apotek persekian kali berturut – turut, maka akan mendapat garansi cek laboratorium senilai Rp 200 ribu . Bukankah ini adalah benefit yang sensasional bagi pasien / konsumen apotek ?

2)      Mekanisme Jemput & Giring Bola
Pernah nonton sepakbola kan ? Atau bahkan pernah main juga ? Teknik yang sering dipakai untuk memenangkan sepak bola biasanya dengan pola menyerang. Agar pola tersebut sukses, maka para pemain harus rajin menjemput bola, kemudian giring (oper) dan tembak. Begitu pun ketika menghadapi pesaing yang menggunakan strategi harga murah, maka bisnis apotek anda harus rajin menggaet pasien, lalu giringlah mereka bahwa tidak akan pernah menyesal bertransaksi di apotek anda. Tembak juga mindset-nya, bahwa ada benefit yang layak mereka pertimbangkan dibanding harga yang murah, yakni quality of serve.

3)      Garansi
Apa jadinya bila membeli barang baru tanpa ada garansi ? Tentu akan pikir – pikir terlebih dulu kan ? Namun bila ada garansi, terlebih berjangka waktu panjang, tentu akan membuat pelanggan lebih mantap untuk melakukan transaksi pembeliannya. Kondisi tersebut hampir mirip dengan di apotek, sebenarnya sederhana sekali, bahwa pasien hanya membutuhkan satu garansi, yakni kesembuhan / perbaikan setelah mengkonsumsi produk kefarmasian yang dibeli. Untuk itu perlu kiranya profesi di apotek & staf memberikan garansi ini. Garansi yang bisa dirasakan & terukur waktunya, tentu akan membuat pasien lebih mantap & patuh untuk menggunakan produk kefarmasian sesuai fungsinya. Garansi semacam ini juga salah satu alat yang ampuh untuk membendung persaingan pada level harga murah.

4)      Pelayanan Sensasional
Starting touch setiap keberhasilan transaksi adalah pelayanan. Kunci utama pelayanan adalah no one customer’s wrong. Ini harus dipahami bahwa walaupun customer memiliki suatu kesalahan, maka kita tidak layak menyalahkannya secara terang – terangan. Harus diingat bahwa tindakan itu dilakukan hanya semata untuk menyajikan kepentingan pelayanan yang nyaman, bukan penghakiman untuk menilai kesalahan. Jadi sangat wajar bila kata – kata : “oh..itu salah”; “tidak betul itu…”; “ini ngawur...” harus dihindari disaat melayani pelanggan apotek. Berikan kata – kata yang nyaman, seperti : “infonya menarik, namun mari kita lihat bersama kebenaran info tersebut…”. Sapaan yang hangat dan bahasa tubuh yang bersahabat tentu akan lebih menambah nyaman pelayanan yang disuguhkan. Pelayanan sensasional akan membuat pelanggan menjadi homely, ini juga senjata ampuh untuk meruntuhkan pesaing dengan strategi jual harga murah.

Hmm…sesaat jadi inget commercial break ini : “murah boleh, asal jangan murahan…”. Ada benarnya juga ya…