Rabu, 27 Oktober 2010

DARI SINI BISNIS APOTEK DIMULAI !

Seorang teman yang mendirikan bisnis Apotek (di negeri entah berantah...) akhir - akhir ini mengeluh. Omzet mulai menurun, pelanggan mulai males "check in" ke apotek (walau sekadar beli parasetamol !), pengeluaran tetap saja mengalir deras, dan laba juga semakin menipis. Namun ketika ditanya : "Bagaimana kau mengelola proses kinerja pasukanmu ?", dengan lugas ia menjawab : "Saya merasa sudah menggajinya dengan layak, saya kira semuanya saya perlakukan dengan baik, namun bisnis apotek koq tetep merosot".
Kondisi diatas sering kita temui saat ini, di tengah kacau balaunya kompetisi bisnis, termasuk juga kompetisi bisnis apotek. Gaya bisnis apotek dengan model intuitif : "merasa menggaji dengan layak", "mengira telah memperlakukan dengan baik", dll. Slogan : "Our Most Important Asset is People" layak untuk dicatat (jangan lupa di tebelin juga yach..hehe). Saat ini zaman telah berubah, gaya pemikiran era industrial yang menawarkan metode bahwa keberhasilan bisnis apotek ditentukan oleh tempat yang bagus, produk yang lengkap, jaringan yang kuat belum bisa dijamin 100% efektif. Kondisi telah memaksa kita untuk masuk pada knowledge era, artinya SDM merupakan akar utama yang akan menetukan pertumbuhan bisnis apotek. Dengan akar SDM yang sehat, proses bisnis apotek bukan hanya akan berjalan dengan baik, melainkan juga berdampak terhadap loyalitas. Dampak ini tentu akan mendorong terciptanya pertumbuhan kinerja finansial pada bisnis apotek anda. Jadi, masih mau pakai intuisi untuk urusan SDM...? (pikir dulu deh...)
Mengingat bahwa SDM adalah akar utama dalam bisnis apotek, maka ia perlu dikembangkan. Ia harus menjadi talent SDM. Sehingga selain dalam bentuk gaji, mulailah berpikir ulang, bahwa ada hak para SDM dalam bisnis apotek anda untuk diberikan benefit lain berupa pengembangan knowledge. Tujuannya sangat jelas : agar mereka bisa bersaing walaupun bisnis apotek kondisinya telah kacau balau, adanya sustainability kinerja, menjadi SDM yang profesional yang tidak hanya puas dengan gajinya "melulu", namun juga kompeten dan produktif (engaged).
Saya jadi teringat keponakan, ia bertanya dengan serangkaian pertanyaan : "Mengapa singa memiliki taring ?" Saya menjawab : "Karena taringnya itu untuk mengoyak mangsanya". Ia bertanya lagi : "Kenapa rambut singa lebat ?". Saya jelaskan bahwa rambut yang lebat itu untuk memperlihatkan bahwa singa adalah binatang yang perkasa. Ia masih bertanya : "Kenapa kaki singa besar ?". Saya jawab : "Kaki singa besar karena ia rajin berlari, sehingga kakinya kuat. Dengan begitu, dia akan lebih cepat mengejar musuh dan menangkapnya". Lantas keponakan saya mengakhiri : "Oh...begitu, tapi kenapa singa di kebun binatang ?".
Fakta menunjukkan bahwa, bisnis apotek dengan modal besar, tempat strategis, dan produk yang bagus belum tentu efektif mendulang kesuksesan. Karena bisnis apotek dimulai dari sini : SDM. Bentuk SDM dalam bisnis apotek tersebut layaknya singa, bertaring tajam, perkasa dan kuat. Biarkan ia lepas di belantara kacau balaunya bisnis apotek saat ini !

5 komentar:

  1. setuju pak?!
    agar tetap srvive usaha apotek nya, semua variant spt SDM, modal besar, tempat strategis,produk yang bagus tur kumplit..plit!!,menjadi faktor penentu majunya usaha apotek ato paling nggak bertahan lah...
    kalo boleh nambahin nh..jangan lupain tuh adanya faktor diversivikasi dan diferensiasi produk dan yang gak kalah penting nya adalah fktor "UNIQUE"
    Kalo apotek kita ada yang beda dan bedanya bener2 beda alias gx dipunyai ma kompetitor,dijamin deh (INSYA ALLOH)usaha apoteknya bakal langgeng...
    contoh nih, Adanya Aptker yang standby di aptk dan mau langsung ketemu costumer(pasien) tuk lakuin KIE (komunicatip Informatip Educatip), terus adanya sarana bermain anak,apalagi kalo apoteknya ada dokter sp.anaknya...terus ada sarana wi fi nya....terus ada lounge nya...
    pokoke musti BEDA/UNIQE/ANEH/MENARIK dibanding yang laen...

    BalasHapus
  2. Abu Nisa...thanks untuk comment-nya. Apotek komplit = mak nyuuuss yach. Setuju...Apalagi klo pasien/customer dimanjakan dlm one stop shopping, wah...mak nyuuus bener tuh.
    Namun perlu diingat, bahwa untuk memulai bisnis apotek dg modal nge'pres'atau merekonstruksi ulang bisnis Apotek yg hampir sekarat, diperlukan sebuah prioritas. Dan, itu baiknya dimulai dari sini : investasi SDM. Benahi, susun ulang, ganti atau bikin berkembang SDM pada bisnis apotek tersebut. Anda bisa berguru pada perusahaan sekelas "NISSAN", tatkala ia akan kolaps...ruh bisnis apotek anda ada di SDM. Untuk yg lainnya, biarkan SDM talent layaknya singa yang bakal urus bisnis apotek itu...Ingat, bisnis apotek tersebut akan dapat memuaskan pelanggan eksternal, bila telah berhasil memuaskan pelanggan internalnya terlebih dahulu. Siapa pelanggan internal tersebut, tak lain adalah SDM dalam bisnis apotek.

    BalasHapus
  3. Sepakat dg SDM yang utama digodok dulu, yg lain nyusul kasarnya..buatku yg bikin beda di semua usaha selain Apotek adalah yg namanya SEMANGAT!!!
    Yang namanya semangat bisa naik turun, ya gimana caranya supaya ga turun..dari situlah keberadaan usaha seperti Apotek akan tetap ada di puncaknya..kira2 begitu pren..Banyak cara menimbulkan semangat tp dg satu cara yakni dg cara yang tepat yang kadang rumit kita dapatkan..hahahahaha

    BalasHapus
  4. Mbak Rohmadanik...ide anda sungguh inspiratif. SDM yang memiliki semangat untuk maju memang perlu dipertahankan. Agar disaat semangat tersebut dapat dipertahankan pada level tertinggi, bahkan ditingkatkan lagi dan di saat turun segera diatasi jangan sampai terjadi dismotivation (kehilangan semangat). Karena semangat ini bersifat intangible (tak kasat), maka sedari dini sempatkan waktu agar tercipta emotionalship diantara SDM yg ada...terima kasih.

    BalasHapus
  5. klu, apotek dispen ke bidan dan dokter gmn?
    itu cm pelanggaran kode etik ajh ato memang ada UU, PP ato Permen yg mengatur itu,,,



    REGARD

    BalasHapus